Salah satu upacara yang berasal dari pengaruh Hindu yang masih berkembang di Sumbawa adalah upacara basaturen,
yaitu sebuah upacara ritual yang dilaksanakan di pantai dalam bentuk
pemberian sesajian yang dibuang ke laut. Upacara ini biasanya
dilaksanakan ketika masyarakat memiliki hajat-hajat tertentu misalnya ;
agar cepat mendapat jodoh, agar usaha berjalan lancar, agar perkawinan
berjalan dengan selamat, dll. Sesajian dapat berupa ketan hitam (lege pisak), beras (loto) kuning dan putih, ayam dan pisang.
Seluruh sesajian kemudian dimasukkan ke dalam perahu kecil yang
khusus di buat untuk kepentingan upacara. Dalam upacara ini biasanya
terdapat orang yang menari (bajoge) dengan menggunakan keris yang
diiringi dengan musik tradisional gong genang. Upacara ini
diperkirakan di bawa oleh masyarakat pendatang dari Bugis dan Makasar
yang mendiami wilayah pesisir Sumbawa yang kemudian menjadi tradisi
dan bagian dari adat Sumbawa. Saat ini upacara basaturen masih
dilaksanakan di kecamatan Moyo Hilir terutama desa Serading, Berare
dan Moyo, di Boal kecamatan Empang, dll, sedangkan tempat pelaksanaan
upacara biasanya dilaksanakan di tempat-tempat tertentu seperti
Tanjung Menangis, Tanjung Bele, Liang Kele Labuhan Ijuk, Teluk Saleh,
dll.
0 komentar:
Posting Komentar