Empat buah batu yang berbentuk khas, diam membeku.Dia
berbeda dengan batu-batu lainnya. Keunikannya tidak saja pada bentuknya,dia
memiliki latar belakang kesejarahan. Batu itu disebut orang dengan nama Kuburan Batu atau
Sarkofagus.
Batu-batu yang memiliki wadah dan penutup dari batu berbentuk atap rumah
dengan dengan tonjolan mirip kepala manusia serta dilengkapi dengan pahatan bergambar
binatang melata yang menyerupai buaya dan manusia
yang memperlihatkan alat kelaminnya. Memang tidak muncul sendiri, dia sengaja dibuat sebagai
tempat penguburan pada zaman dahulu.
Pahatan di batu itu mengandung makna yang
memberiperlambang-perlambang pahatan binatang melata melambangkan suatu
yangberhubungan dengan alam arwah. Muka dan kepala manusia memberi
perlambanganterhadap pencegahan bahaya. Sedangkan alat kelamin manusia
melambangkan kesuburan.Dari arti dan makna perlambangan itu adalah untuk
menghatar arwah orang yangdikubur dalam Sarkofagus agar selamat di alam arwah
dan tidak kurang satuapapun.
Kini Sarkofagus di Dusun Ai Renung Desa BatuTering
Kecamatan Moyohulu itu menjadi saksi sejarah, bahwa di Dusun Ai Renungyang
terjarak sekitar 25 km dari kota Sumbawa Besar telah terjadi tradisipenguburan
megalitik Indonesia yang berkembang pada permulaan tarik masehi.Sama halnya
dengan tradisi penguburan megalitik di beberapa tempat di tanah air,sebut misalnya
di tanah Batak, Jatim, Bali, Sumba dan Kalimantan.
Penguburan yang mirip-mirip dengan Sarkofagus jugaada di
Sulawesi Tengah, yakni penguburan di dalam bejana batu yang disebutKalamba dan
Sulawesi Utara berbentuk kubus yang disebut Waruga. Atap SarkofagusAi Renung
yang berbentuk atap rumah sama dengan bentuk tutup Waruga di SulawesiUtara.
Membuat kuburan batu sebagai tempat
peristirahatanterakhir manusia yang meninggal pada zaman itu tidak samua orang
bisamelakukannya, karena tempat-tempat khusus seperti itu hanya sebagai
tempatperistirahatan terakhir ketua suku atau pimpinan masyarakat, sebab
untukmembuat Sarkofagus tentu tidak mudah. Dia membutuhkan pengerahan tenaga
danpelaksanaan upacara penguburan yang sangat besar.
Adanya Sarkofagus di Ai Renung sekaligus memberipetanda
bahwa di Dusun Ai Renung pada zaman kebudayaan megalitik yang
kuatperkembangannya yaitu babak akhir masa prasejarah Indonesia dengan
intikebudayaanya, konsepsi alam arwah dalam kaitannya dengan pemujaan
terhadapleluhur telah mengenal sistim sosial adanya unsur kepemimpinan.
Sebuah penelitian yang pernah dilakukan di AiRenung pada
tahun 1980 menyebutkan, bahwa tim peneliti pada waktu itu jugamenemukan
peralatan-peralatan dari batu yang berfungsi untuk mengapak,membelah, menyerut,
mengiris, menusuk dan lain sebagainya. Dan beberapa batuberbentuk khas tradisi
paleolitik yang berkembang di Indonesia dan Asia Timurkhususnya juga di temukan
di Batu Tering seperti tipe-tipe kapak berimbas (chopper ) kapak penetak
(chopping-tool) pahat gemgam ( hands axe ).
Daerah ini memang kaya dengan peninggalan terutamayang
berkaitan dengan bukti-bukti sejarah dalam bentuk batu dan kalau kita berjalan-jalan ke Ai
Renung tentu tidak Sarkofagus saja bisa kita saksikan,karena di Desa Batu
Tering ada Liang Petang ( Gua Gelap atau Gua Malam ) yang di dalamnya terdapat stalagnit dan
stalagtit serta patung batu mirip manusia,balai-balai dan alat tenun. Selain
itu di Desa ini juga terdapat Liang Bukal (Gua Kelelawar ).
Artikel dari :


0 komentar:
Posting Komentar